Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Sabtu, 02 Maret 2013

Benarkah Kesepian Bikin Orang Lebih Boros?

Rasa kesepian, sedih, dan putus asa ternyata bukan hanya buruk bagi kesehatan mental, tapi juga bagi kesejahteraan ekonomi. Orang kesepian jadi lebih boros.

Rasa kesepian, sedih, dan putus asa ternyata bukan hanya buruk bagi kesehatan mental, tapi juga bagi kesejahteraan ekonomi. Menurut penelitian para ahli, rasa kesepian dan rasa sedih karena putus cinta membuat orang lebih boros membelanjakan uang mereka.

Para peneliti dari Hong Kong menjelaskan, hal ini terjadi karena seringkali orang-orang yang merasa kesepian atau sedih menganggap diri mereka lebih "kaya" sebagai upaya untuk menaikan harga diri mereka. Oleh karena itu, mereka cenderung untuk sering berjudi dan membuat keputusan keuangan berisiko. Hal ini akan membantu mereka menghilangkan rasa sedih dan kesepiannya. Demikian menurut studi yang diterbitkan Journal of Consumer Research.

"Mencari penerimaan sosial dan mempertahankan hubungan sosial adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar dan universal. Oleh karenanya, orang seringkali bersedia untuk berinvestasi atau mengorbankan sumber daya penting untuk mengamankan ikatan sosial," ungkap tim peneliti dari Hong Kong University of Science and Technology, University of Hong Kong, dan Hong Kong Polytechnic University.

"Dengan tidak adanya dukungan sosial, orang cenderung untuk mengorbankan uang mereka untuk lebih dapat mengamankan apa yang mereka inginkan dari sistem sosial di sekitar mereka. Merasa ditolak menjadi pemicu pengambilan keputusan keuangan berisiko," tambah peneliti.

Para peneliti telah meminta peserta yang menjadi obyek studi untuk berbicara tentang situasi sosial yang membuat mereka merasa "diterima dengan baik" atau "dikucilkan". Kemudian para peserta diminta untuk memilih antara taruhan kurang berisiko yang menawarkan hadiah rendah dan taruhan berisiko tinggi yang menawarkan hadiah tinggi.

Para ilmuwan menemukan bahwa perasaan ditolak mendorong orang mengambil keputusan berisiko. Mereka melihat bahwa peserta yang merasa ditolak atau kesepian lebih mungkin untuk memilih taruhan berisiko yang menawarkan hadiah tinggi. Di sisi lain, penelitian menunjukkan bahwa ketika peserta yang merasa bahagia dan diterima oleh lingkungan sosial mereka ternyata lebih berhati-hati membuat keputusan keuangan.

Pengambilan keputusan keuangan penting untuk dilakukan secara berhati-hati, peneliti mencatat, sehingga orang yang sedang sedih akibat putus cinta sebaiknya menunda keputusan keuangan penting mereka.

0 komentar:

Poskan Komentar