Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Sabtu, 20 Juli 2013

Mulai Terungkap Penyebab Kematian Pramugari Saat Pakai iPhone



Screenshot CCTV
, Polisi sedang menyelidiki barang bukti, yakni sebuah iPhone 4, kabel data USB, alat pengisi daya baterai, dan cable roll.

Penyebab tewasnya Ma Ailun (23 tahun) asal Xinjiang, China, yang tersengat listrik ketika melakukan panggilan telepon dari iPhone 5 yang sedang isi baterai mulai terungkap. Diduga, Ma Ailun menggunakan alat pengisi baterai yang bukan dibuat oleh Apple.

Menurut ahli telekomunikasi China, Xiang Ligang, perempuan itu mungkin memakai alat tiruan, bukan asli dari Apple.

"Pengisi tiruan terkadang jadi jalan pintas. Kualitas dari kapasitor dan pelindung sirkuit mungkin tidak sesuai, dan hal ini dapat menyebabkan kapasitor mogok dan mengirim listrik 220 volt langsung ke baterai ponsel," terang Ligang saat diwawancari media massa CCTV.

Ma Ailun, seorang pramugari China Southern Airlines, meninggal dunia di rumahnya pada 11 Juli 2013. Laporan sebelumnya mengatakan, Ma Ailun memakai ponsel iPhone 5. Namun, hasil penyelidikan mengatakan bahwa ponsel yang digunakan adalah iPhone 4 karena bagian sampingnya terbuat dari stainless steel.

Kemungkinan lainnya, menurut Ligang, alat pengisi baterai yang dipakai tidak memenuhi standar tegangan listrik di China. Bisa jadi, alat itu ditujukan untuk pengguna di Hongkong, Taiwan, atau Jepang.

"Hongkong, Taiwan, dan Jepang, semua menggunakan tegangan listrik 110 volt. Sementara itu, China Daratan memakai 220 volt. Jika alat pengisi baterai dibuat hanya untuk menampung 110 volt, maka akan menyebabkan kerusakan atau kelebihan beban," lanjutnya.

Pernyataan Xiang tidak sepenuhnya akurat karena sebenarnya Hong Kong menggunakan standar tegangan listrik 220 volt, meski outlet 120 volt disediakan di banyak hotel. Sedangkan, Jepang menggunakan standar tegangan listrik 100 volt.

Ligang berpendapat, arus listrik dari alat pengisi daya baterai yang kelebihan beban akan membuat ponsel jadi panas. Ini dapat merusak sirkuit di bagian dalam dan menyebabkan perangkat tak dapat digunakan.

Dalam kasus Ma Ailun, iPhone 4 yang jadi barang bukti masih bisa dioperasikan secara normal meskipun ada bekas terbakar di bagian belakang dan samping. Sementara itu, barang bukti lain seperti kabel data USB dan alat pengisi baterai masih utuh.

Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Juru bicara Apple telah menyampaikan ucapan belasungkawa. Perusahaan berjanji akan menyelidiki kasus ini dan menjalin kerja sama dengan kepolisian setempat.

Sumber: South China Morning Post


BERITA TERKAIT :
Gara-gara iPhone 5, Pramugari Ini Tewas

0 komentar:

Poskan Komentar