Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Minggu, 17 Juli 2011

wisben.com on blogger

wisben.com on blogger


Indahnya UBUD HANGING GARDENS

Posted: 16 Jul 2011 12:24 AM PDT

Ubud Hanging Gardens




Ubud Hanging Gardens terletak di sekitar pegunung berapi yang berkabut dan hamparan teras sawah serta diselimuti indahnya panorama alam Bali. Tempat ini cocok untuk Anda yang ingin meninggalkan kepenatan dan mencari kedamaian. Serangkaian fasilitas yang bisa didapati dari penginapan untuk menyempurnakan pengalaman Anda selama berada di surga tropis ini, diantaranya:

Villa


Kamar yang tersedia di hotel berupa vila yang terdiri dari Panoramic Deluxe Pool Villa, Riverside Deluxe Pool Villa, Panoramic Pool Villa, dan Duplex Family Pool Villa. Kesemuanya dilengkapi dengan sebuah kolam pribadi mini.

Panoramic Deluxe Pool Villa


Riverside Deluxe Pool Villa


Panoramic Pool Villa Suite


Duplex Family Pool Villa


Kolam renang


Dibangun dalam dua tingkat dengan gaya tradisional khas masyarakat Bali. Tepat dipinggir kolam anda bisa menikmati hijaunya pemandangan hutan dan sebuah Pura yang berlokasi bersebrangan dengan hotel. Jika ingin beristirahat sejenak setelah berenang, anda bisa duduk diatas nyamannya kursi khusus berjemur yang disediakan di area kolam renang.





Taman


Taman utama dirancang oleh seorang arsitek bernama John Pettigrew dengan menonjolkan suasana tropis menggunakan pohon cokelat dan kopi yang dipadukan dengan pohon bamboo dan bunga anggrek untuk menciptakan keindahan yang spektakuler. Butik Menjual hasil kerajinan masyarakat setempat yang cantik serta pakaian dari seluruh wilayah nusantara Indonesia.

Restoran dan Bar


Teras restoran dilereng bukit akan membawa anda lebih dekat dengan pemandangan, suara, dan udara khas Bali. Nikmati, hidangan dan koktail anda sambil memanjakan mata dengan pemandangan yang mencuri hati dari sebrang lembah, ditambah dengan keindalan alam tropis disekitarnya.





Ayung Spa


Terapi kecantikan dan body treatment di Ayung Spa, yang dikelilingi taman hijau, dilakukan secara tradisional dan menggunakan bahan-bahan alami yang mampu menenangkan pikiran, meremajakan tubuh serta memulihkan tenaga jiwa anda. Fasilitas yang tak kalah hebatnya yakni fasilitas untuk melangsungkan pernikahan serta perencanaan bulan madu. Informasi lebih lanjut bisa Anda peroleh melalui laman ubudhanginggardens.com.

Keindahan Panorama Ubud Hanging Gardens



















List Paket Wisata Yang Ditawarkan Ubud Hanging Gardens

Villa Champagne Breakfast

Nikmati sarapan di tempat tidur utama. Pilih dari menu sarapan yang kami sediakan, dan pesanan Anda akan mencakup setengah botol Champagne Delamotte dingin.

Sarapan kami Champagne Villa akan menjadi awal yang sempurna untuk hari yang menyenangkan di Ubud Hanging Gardens.
Harga: US $ 140,00 per vila = per hari

Garden Picnic Escape

Pilih lokasi ideal Anda, dan menikmati piknik nikmat. Apakah dikelilingi oleh vegetasi yang rimbun di sebuah situs alam yang tersembunyi, di bawah bale tradisional kita atau saat Anda berjemur di sekitar kolam renang gratis-formulir kami, pelayan pribadi Anda akan memastikan Anda benar-benar dimanjakan, saat Anda menikmati pengalaman kuliner unik dan berjemur di damai atmosfer.
Harga: US $ 45 per orang

Bamboo Deck Picnic Experience

Di tengah hutan Bali, serenaded oleh air deras Sungai Ayung, Anda akan menikmati piknik gourmet lezat yang disajikan di geladak bambu kami. Santai dan tenggelam dalam bantal mewah sebagai pelayan pribadi Anda melayani menu menarik, ahli disiapkan oleh Executive Chef kami. Setelah hidangan penutup Anda bebas untuk berlama-lama selama Anda inginkan.
Harga: US $ 45 per orang

Secret Romantic Dinner

Nikmati makan malam romantis di sebuah lokasi rahasia jauh di dalam hutan. Diterangi oleh cahaya lembut dari lampu minyak, pelayan pribadi Anda akan menjadi tuan rumah malam yang sempurna. Setelah makanan penutup, menikmati berjalan santai melalui hutan hujan ke kuil air suci, di mana seorang imam akan melakukan sebuah ritual pemurnian. Akhir malam yang magis dengan pijat kaki saat di sungai bambu kami dek.
Harga: US $ 175 per orang

Sunset Floating Temptation
Setelah sehari penuh dan menarik di pulau dewata, lebih memanjakan diri dalam pesona Bali dengan perjalanan makan yang unik. Ketika Anda bersantai di kolam renang pribadi Anda dalam keintiman villa Anda sendiri, Anda dapat menikmati pesta fantastis disajikan di atas replika kecil dari perahu tradisional Bali. Ini pasti akan menjadi awal dari malam yang benar-benar menggoda.

Harga: US $ 150.00 per perahu
Video Ubud Hanging Garden

























Sumber
http://www.ubudhanginggardens.com/


Kirim Artikel anda yg lebih menarik di sini !

Ini dia Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, Dan Telaga Pengilon

Posted: 16 Jul 2011 12:09 AM PDT

Goa Sumur

Area Telaga Warna sebenarnya cukup luas. Kalau mau Anda dapat berkeliling telaga berjalan kaki dengan santai. Selain bisa melihat indahnya Telaga Warna dari berbagai sisi, Anda juga bisa menemukan objek-objek lain yang tidak kalah menarik yang terletak di sekitar area danau. Objek-objek itu antara lain Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, dan Telaga Pengilon. Sayang sekali kalau Anda harus melewatkan tempat-tempat ini. Selain itu sepanjang perjalanan Anda akan melihat bunga-bunga cantik seperti Hydrangea atau kalau di Indonesia disebut Bunga Panca Warna yang banyak tumbuh liar disini.

Tidak mau melewatkan objek-objek tersebut, saya kemudian berjalan keliling danau. Jalan sekililing danau yang sudah bagus cukup memudahkan para pengunjung yang datang di Telaga Warna. Dengan mudah saya akan menemukan petunjuk-petunjuk arah untuk menuju Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, dan Telaga Pengilon. Antara Goa Semar, Goa, Sumur, dan Goa Jaran terletak di lokasi yang sama yang letaknya bersebelahan, hanya saja pintunya yang berbeda-beda. Pada masing-masing goa terdapat seperti gubug/pendopo kecil yang mungkin sebagai pintu masuk. Di sebelah pintu masing-masing goa ini selalu terdapat patung yang berbeda-beda. Sayangnya pintu masuk untuk ke Goa Semar dan Goa Sumur sepertinya terkunci. Hanya Goa Jaran yang pintunya terbuka. Mau masuk ke Goa Jaran? Kalau saya nggak deh. Pintu masuknya berupa lorong kecil dan sempit. Kalau saya masuk pasti akan penuh sesak walaupun badan saya kurus. Di depan Goa Jaran ini saya juga melihat sesajen berupa bunga mawar merah, bunga mawar putih, bunga kenanga, dan beberapa batang rokok yang ditaruh di atas lembaran daun pisang. Karena ini juga yang membuat saya ragu untuk masuk selain dari lorong goanya yang cukup sempit. Selain di goa ini, di tempat lain saya juga melihat sesajen yang sama. Nggak heran sih karena tempat ini memang tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat Dieng.

Goa Sumur
Goa Sumur

Nggak jauh dari Goa Semar, Goa Sumur, dan Goa Jaran terdapat sebuah telaga yaitu Telaga Pengilon. Sebenarnya Telaga Pengilon dahulunya jadi satu dengan Telaga Warna. Tapi karena terbendungnya sungai oleh lava sehingga telaga ini terpisahkan sampai sekarang. Kalau dilihat dari jauh sepertinya air Telaga Pengilon ini biasa saja, warnanya tidak seperti halnya air di Telaga Warna yang kerap berubah-ubah. Yah terlihat hanya seperti air tawar biasa. Saya memang nggak mendekat ke Telaga Pengilon sih karena jalan untuk kesana agak becek. Takut sepatu jadi basah dan kotor. Kalau Anda mau agak becek-becekan ya monggo.. :D

http://www.wijanarko.net/2011/07/goa-semar-goa-sumur-goa-jaran-dan.html

Melihat Cerita Tentang Dieng Di Dieng Plateau Theater

Posted: 16 Jul 2011 12:06 AM PDT

Dieng Plateau Theater

Bagi saya wisata Dieng memang luar biasa, sangat memanjakan pengunjungnya. Bagaimana tidak, jarak dari satu lokasi wisata ke lokasi yang lain cukup berdekatan. Puas menelusuri Telaga Warna, Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran, serta Telagan Pengilon, saya kemudian melanjutkan petualangan saya di Dieng. Tentu yang saya tuju adalah lokasi yang paling dekat dengan Telaga Warna terlebih dahulu yaitu Dieng Plateau Theater (DPT). Nggak perlu keluar dari Telaga Warna atau menggunakan kendaraan untuk ke DPT, cukup dengan berjalan kaki saja karena ada akses jalan dari Telaga Warna sampai ke DPT. Di tepi Telaga Warna ada jalan naik ke arah DPT dengan melewati puluhan anak tangga, mungkin juga ratusan sih. Jaraknya kira-kira 200 meter. Agak bikin ngos-ngosan kalau nggak bawa minum. Dari jalan ini saya juga bisa melihat keindahan Telaga Warna dari atas.

Hanya berjalan beberapa menit saya sudah sampai di Dieng Plateau Theater. Ini adalah bioskop mini untuk melihat berbagai macam hal tentang Dieng. Bangunannya agak unik karena malah mirip seperti rumah-rumah di Toraja dengan bentuk terlihat dari depan seakan-akan memanjang, padahal aslinya melingkar. Saya tidak perlu membayar lagi untuk masuk karena saya sudah membeli tiket terusan. Cukup memperlihatkan tiket kepada petugas kemudian tiket saya akan dilubangi pada gambar DPT pertanda saya sudah masuk disana. Tapi disini saya harus menunggu sebentar karena rombongan lain sudah masuk terlebih dahulu beberapa menit yang lalu. Kalau saya ikut masuk pasti saya sudah ketinggalan ceritanya.

Dieng Plateau Theater

Sambil menunggu para rombongan yang sudah masuk sebelumnya keluar, saya membeli minum dan makanan yang dijual di warung-warung di sekitar DPT. Ada sekitar 5-6 warung disana dan rata-rata menjual makanan yang sama yaitu kentang goreng dan jamur krispi. Saya beli kentang goreng yang masih hangat dengan ukuran yang besar-besar. Dengan harga yang cuma 5.000 dapat kentang goreng yang lumayan banyak. Makan kentang gorengnya cuma pakai saus sambal. Ya paling tidak untuk mengganjal perut saya yang terakhir diisi saat sarapan tadi pagi. Oh ya, disini untuk pertama kalinya saya melihat anak-anak berambut gimbal secara langsung. Cerita tentang anak berambut gimbal di Dieng akan saya posting kemudian.

Dieng Plateau Theater
Dieng Plateau Theater

Saat rombongan tour tadi sudah keluar semua saya dipersilahkan masuk oleh petugas. Ruangannya tidaklah besar, hanya bisa menampung sekitar 100 orang dengan jarak antar kursi depan dan belakang sangat rapat. Agak menyiksa untuk orang berbadan tinggi yang mengambil tempat duduk di tengah. Judul film yang diputar adalah 'Dieng Negeri Kahyangan (God Abode)' yang juga memiliki subtitle dalam Bahasa Inggris. Film ini berkisah tentang proses terjadinya Dataran Tinggi Dieng yang berawal dari letusan gunung raksasa, potensi alam Dataran Tinggi Dieng yang banyak dimanfaatkan untuk bertani sayuran, pesona wisata Dataran Tinggi Dieng, gejala vulkanologi kawah Dieng, kejadian Kawah Sinila tahun 1979 yang membunuh ratusan warga, kesenian tradisional khas Dieng, sejarah rambut gimbal anak-anak Dieng, tradisi ruwatan potong rambut gimbal, serta embun salju yang turun di kawasan Dieng. Filmnya cukup menarik dan informatif walaupun durasinya hanya sebentar saja, sekitar 30 menit.

Selesai menonton film saya kembali menuruni anak tangga ke arah Telaga Warna. Kemudian saya menuju ke parkiran untuk selanjutnya melihat Kawah Sikidang yang jaraknya juga nggak terlalu jauh dari Telaga Warna.

http://www.wijanarko.net/2011/07/melihat-cerita-tentang-dieng-di-dieng.html

Asyiknya Kepulan Asap Putih Kawah Sikidang

Posted: 16 Jul 2011 12:04 AM PDT

Telaga Sikidang

Seperti yang sudah saya katakan pada postingan-postingan sebelumnya, jarak dari satu tempat wisata ke tempat wisata yang lain di Dataran Tinggi Dieng jaraknya cukup dekat. Sangat mudah bagi Anda jika membawa kendaraan sendiri. Bagi yang datang ke Dieng dengan angkutan umum Anda nggak perlu risau. Di Dieng banyak tukang ojek yang siap mengantarkan Anda berkeliling Dieng. Ojeknya resmi kok, bahkan mereka bisa menjadi pemandu Anda berkeliling Dieng. Walaupun dekat tapi kalau jalan kaki ya bakal bikin ngos-ngosan. Kira-kira jaraknya 1-2 km lah dari satu tempat ke tempat lain. Begitu juga dari Telaga Warna ke Kawah Sikidang, hanya berjarak sekitar 2 km.

Dari parkiran Telaga Warna saya cukup berjalan lurus kemudian belok kanan. Nggak begitu jauh kemudian sudah ada petunjuk arah ke Kawah Sikidang. Sebelum pos jaga Kawah Sikidang saya melihat sebuah candi. Yup itulah salah satu dari beberapa candi yang ada di Dieng, namanya Candi Bima. Tapi tunggu, saya nggak akan ke Candi Bima terlebih dahulu. Saya lebih memilih untuk menengok Kawah Sikidang, baru Candi Bima sesudahnya. Berbekal tiket terusan yang sudah saya beli, saya cukup memperlihatkan tiket saya ke petugas jaga. Petugas kemudian memberi lubang pada tiket saya yang bergambar Kawah Sikidang. Cukup praktis, efisien, serta hemat dengan tiket terusan ini.

Telaga Sikidang

Kalau dari arah pos jaga, lokasi Kawah Sikidang masih beberapa ratus meter lagi. Beberapa pipa-pipa uap terlihat saat melewati jalan ke arah Kawah Sikidang. Pipa-pipa uap ini yang membawa uap-uap gas dari kawah yang ada di Dataran Tinggi Dieng sebagai pembangkit tenaga listrik. Berbagai peringatan tanda bahaya ada disana. Anda nggak usah aneh-aneh dan berusaha mendekati pipa-pipa uap tersebut karena cukup berbahaya.

Tempat parkir di Kawah Sikidang ini cukup luas. Seperti biasanya, di dekat tempat parkir terdapat banyak lapak pedagang yang menjual aneka makanan. Dagangannya masih sama kok bro.. Aneka minuman dan kentang goreng. Nggak usah nyari minuman dingin dengan es atau yang dimasukin kulkas yah, karena itu nggak ada di Dieng. Tanpa ditaruh di kulkas, minuman yang dijual udah cukup dingin kok.

Telaga Sikidang

Untuk sampai di Kawah Sikidang Anda harus berjalan sekitar 150 meter dari parkiran. Tapi yang jelas begitu masuk area ini bau belerang menyengat cukup kuat. Sebaiknya Anda menggunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung. Kalau nggak bawa disini juga ada yang jual kok, harganya 5.000 aja. Dalam perjalanan menuju kawah utama terdapat banyak semburan-semburan uap dengan bau menyengat yang muncul di berbagai retakan tanah. Konon karena semburan kawah yang berpindah-pindah inilah kawah ini dinamakan Kawah Sikidang. Kidang adalah kata dari Bahasa Jawa yang berarti anak rusa/kijang. Kawah Sikidang ini merupakan kawah yang paling ramai dan paling banyak dikunjungi wisatawan. Mungkin saja karena fasilitasnya yang ada lebih memadai daripada kawah lainnya. Selain itu juga lokasinya yang dekat dengan tempat wisata lainnya.

Kawah utama Kawah Sikidang berbentuk lingkaran yang cukup luas. Di sepanjang tepi kawah hanya dipagari oleh kayu dan bambu. Sebaiknya nggak terlalu mendekati kawah karena bau belerangnya bikin eneg. Kepulan asap putih terus menerus keluar dari kawah ini sampai-sampai air yang ada di dalam kawah tidak terlihat. Kalau Anda mau foto-foto di tepi kawah ya silahkan, nggak jadi masalah asal angin nggak bertiup ke arah Anda. Kalau mau dapet pemandangan yang lebih bagus lagi nggak ada salahnya untuk sedikit repot naik bukit. Nggak tinggi kok bukitnya, cuma harus hati-hati karena licin. Dari atas bukit ini kelihatan sumber kawah lain yang airnya bisa terlihat karena kepulan asapnya tidak terlalu banyak. Airnya terlihat seperti air mendidih. Saya pikir pemandangan di Dieng memang mengagumkan.. Luar biasa keindahannya!

http://www.wijanarko.net/2011/07/kepulan-asap-putih-telaga-sikidang.html

Keagungan Candi Bima-Dataran Tinggi Dieng

Posted: 16 Jul 2011 12:01 AM PDT

Candi Bima

Dieng tidak hanya mempunyai wisata alam, wisata sejarah juga sangat kental berada disini. Salah satu wisata sejarah yang bisa dikunjungi adalah Candi Bima. Candi ini merupakan salah satu dari sederetan candi yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Lokasinya sangat mudah dijangkau karena di tepi jalan sebelum pintu masuk Kawah Sikidang. Anda bisa mengunjungi Candi Bima sebelum atau sesudah mengunjungi Kawah Sikidang.

Candi Bima merupakan candi Hindu yang dibangun pada awal abad ke-9. Candinya nggak begitu besar dengan ukuran yang hanya 6 x 6 meter dengan tinggi 8 meter. Bagian atapnya penuh dengan hiasan-hiasan berbentuk seperti mangkuk yang tangkupkan. Candi ini memiliki ruangan, seperti halnya pada candi-candi Hindu di Jawa Tengah. Biasanya di ruangan candi terdapat arca, namun pada Candi Bima ruangannya kosong alias nggak ada apa-apa. Saya nggak tahu apakah memang aslinya kosong atau arcanya sudah dipindahkan. Sulit mencari infonya karena nggak ada yang jaga, selain itu juga nggak ada informasi tentang candi ini di sekitar lokasi.

Komplek Candi Bima nggak terlalu luas namun rapi. Sepertinya juga jarang pengunjung yang datang kesini, mungkin karena Candi Bima adalah candi kecil jadi kurang menarik perhatian pengunjung. Yang saya lihat sewaktu saya kesini hanyalah pasangan muda-mudi yang saya yakini adalah penduduk setempat, Mereka sedang asyik berpacaran ataupun foto-foto. Kalau orang di kota pacarannya di mall, bioskop, atau nongkrong di taman kota.. Kalau orang disini pacarannya di candi. Keren kan?

Anak-anak muda di Dieng ini cukup ramah-ramah loh. Sewaktu melihat saya datang ke candi dan mereka tahu kalau saya adalah wisatawan, mereka menyapa dengan ramah dan sedikit berbasa-basi menanyakan asal saya dengan logat Jawa-Ngapak yang sangat kental ciri khas penduduk Jawa Tengah bagian barat. Lha kok bisa tahu kalau saya wisatawan? Lha iya, kalau penduduk setempat nggak ada yang gendong backpack gede kemana-mana. Haha.. Rata-rata masyarakat Dieng memang ramah dan sangat respek dengan para wisatawan. Sangat nyaman memang berwisata di Dieng.

http://www.wijanarko.net/2011/07/candi-bima-dataran-tinggi-dieng.html

Cara Membobol Mesin ATM

Posted: 15 Jul 2011 11:55 PM PDT

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk mengajarkan orang untuk berbuat jahat, tetapi untuk belajar sehingga pengguna ATM untuk lebih berhati-hati tentang mengetahui modus operasi pidana ATM.







Benda Brutal yang Pernah Dilempar ke Dalam Lapangan Sepakbola

Posted: 15 Jul 2011 11:54 PM PDT

Sepanjang sejarah sepakbola, ada banyak suporter yang fanatik terhadap klubnya. Dan banyak cara juga mereka apresiasikan untuk klub tercinta dari nyanyian untuk memeriahkan suasana hingga bunyi petasan yang membahana di stadion. Itu semua mereka lakukan untuk menunjukan bahwa mereka ada di sana sebagai pemain ke-12.

Tapi terkadang para fans fanatik ini terlalu jauh dalam mengapresiasikan sebuah klub kesayangan mereka. Berikut ini adalah 10 benda teraneh yang pernah dilempar supporter ke dalam lapangan sepakbola sepanjang sejarah.

1. Bola Pantai
Terjadi di Skotlandia pada pertandingan Celtics vs Glasgow.

2. Kepala Babi
Ini merupakan bentuk kekesalan fans Barcelona terhadap Luis Figo, karena Figo pindah ke Real Madrid yang merupakan musuh bebuyutan Barcelona.

3. Scooter
Ini terjadi pada saat pertandingan Inter Milan vs Atalanta. Sebelum pertandingan dimulai, fans Inter mencuri scooter dari fans Atalanta dan memasukkannya ke dalam stadion. Scooter di simpan di tempat kosong di dalam Stadion San Siro dan berusaha diarahkan ke dalam lapangan.

4. Kelinci
Ini terjadi di Yunani, ketika pertandingan tim Apoel vs Omonia Nicosia berlangsung.

5. Vibrator
Suporter gila di Argentina melemparkan vibrator ke dalam lapangan.

6. Babi
Ini terjadi pada salah satu klub di Polandia

7. Botol Whisky
Terjadi di Spanyol tahun 2006, pada saat pertandingan Atletico Madrid vs Sevilla.

8. Donat
Suporter Hajduk Split (Kroasia) memprotes presiden klub mereka dengan melempar donat ke dalam lapangan. Kebetulan Presiden Klub mereka mempunyai perusahaan kue donat.

9. Granat Tangan
Dalam pertandingan pada tahun 1966 pertandingan antara Millwall dan Brentford di Den Lama, seseorang dari penonton melemparkan granat pada Brentford kiper Brodie Chic, yang mendarat tepat di tujuan.

Setelah mendapatkan lemparan dari penonton, Brodie meminta hakim garis untuk datang mengecek benda apa yang dilempar untuknya, setelah hakim garis mengecek bahwa benda itu granat, ia langsung mengisyaratkan semua pemain untuk meninggalkan lapangan secepat mungkin.

10. Bola Tenis
Para penggemar Hull City memutuskan untuk melempar bola tenis pada pertandingan Piala Liga di Stadion Reebox melawan Bolton untuk mendapatkan perhatian media Lloyd. Dan itu berhasil.
sumber

Rahasia Peta Dunia Yang Sebenarnya

Posted: 15 Jul 2011 10:58 PM PDT

Pendapat ini disampaikan oleh Lloyd Pye, adalah seorang penulis dan peneliti yang dikenal secara luas karena karyanya 'Skull Starchild' dan karena Best Sellernya 'Everything You Know is Wrong'. Pye mulai menulis fiksi dengan sebuah novel yang sangat menggebrak tentang sepak bola perguruan tinggi berdasarkan pada karir kuliahnya, diikuti oleh sebuah hi-tech Cold War spy thriller, kemudian ia menjadi penulis skenario di Hollywood sebelum akhirnya ia menemukan kecintaannya yang sesungguhnya dalam menulis nonfiksi alternatif.

Seperti yang agan semua ketahui bahwa peta dunia yang kita tahu adalah seperti ini

atau seperti ini


tahukah siapa pembuatnya??

Ia bernama Gerhardus Mercartor (5 Maret 1512 - 2 Desember 1594) adalah seorang pembuat peta, lahir di Rupelmonde di County Hapsburg dari Flanders, bagian dari Kekaisaran Romawi.



Peta itu dipesan oleh orang-orang eropa pada abad ke-16 (1569) yang pada saat itu eropa dikenal sebagai pusat dunia (The Center of Universe). Tentu saja Mercator melayani permintaan majikannya.

Dan sekarang, walaupun lebih dari 4 abad berlalu, hal tersebut tetap diyakini sebagai kebenaran oleh sebagian orang. Tapi apakah benar bahwa peta tersebut dibuat dengan benar? Atau ada tujuan dibalik pembuatan peta tersebut?


Untuk membuat peta 2D dari globe 3D pasti terdapat sebuah distorsi.

Dalam kasus Mercator ini, dia mengabaikan hal tersebut demi keuntungan majikannya (orang2 eropa). Dia menciptakan peta yang bertujuan eropa menjadi pusat pandangan (berada ditengah peta) dan sengaja diperbesar beberapa kali ukuran sebenarnya. Eropa di letakkan ditengah peta yang tentu saja tidak ada yang keberatan pada masa itu.

Dan generasi sesudahnya tetap menggunakannya, dan masih tidak ada yang tahu apa yang bisa menyebabkan eropa yang kecil dan terkucil diujung utara dekat kutub menjadi eropa yang besar dan mengesankan yang terlihat seolah2 terletak di tengah bumi (The Center of The World).

Belahan bumi sebelah utara yang dihuni oleh ras kulit putih yang hanya berukuran 18,9 juta mil persegi terlihat di peta ini jauh lebih besar dari pada belahan bumi sebelah selatan yang dihuni ras kulit hitam/coklat yang berukuran 38,6 mil persegi.


Eropa yang berukuran hanya 3,8 juta mil persegi terlihat jauh lebih besar dibanding Amerika Selatan yang berukuran 6,9 juta mil persegi



Pada kenyataan sebenarnya China 3,7 juta mil persegi adalah 4X lebih besar dibanding Greenland yang hanya 0,8 juta mil persegi. Tapi di peta Mercator, China tampak lebih kecil.


Scandinavia yang hanya 0,4 juta mil persegi disini nampak mengerdilkan India 1,3 juta mil persegi yang sebenarnya 3X lebih besar.


Terakhir, distorsi yang mungkin paling mengerikan ditemukan saat kita membandingkan Uni Soviet 'Si Gemuk' yang berukuran 8.6 juta mil persegi dengan Afrika 'Si Kurus' yang berukuran 11,6 juta mil persegi.


Kita tumbuh dan belajar selama ini dengan meyakini kebenaran dan keakuratan peta ini. Ini adalah peta yang sama, yang masih digunakan saat ini dalam program aplikasi seperti Google Map. Yang merupakan sesuatu yang diandalkan oleh jutaan orang setiap hari. Kita semua benar-benar diyakinkan, bahwa hal tersebut menunjukkan dengan akurat seperti apa dunia kita terlihat saat ini.

Jadi sekarang adalah saat yang tepat untuk berhenti berpendapat bahwa 'Ilmu Pengetahuan Yang Kita Tahu Akan Selalu dan Selamanya Benar'.

Berhubung banyak yang nanya, bagaimana seharusnya gambar peta dunia dlm 2D. Jawabnya memang belum ada yang bisa menggambarkan peta dunia 2D yang sesuai dengan globe 3D.

peta dunia dibawah ini bisa menjadi rujukan sementara.
Peta dunia diatas berjudul 'The Atlas of The Real World' yang dibuat menggunakan software untuk menggambarkan peta negara-negara di dunia, bukan oleh ukuran fisik mereka, tetapi oleh kepentingan demografis mereka pada berbagai mata pelajaran.

Ukuran masing-masing wilayah merupakan perbandingan luas dalam proporsi yang tepat antara negara yang satu dengan yang lain, memberikan perspektif yang sangat berbeda dibanding proyeksi Mercator yang paling sering digunakan.

Penis lebih berkuasa atas otak !

Posted: 15 Jul 2011 10:47 PM PDT

[Image: penis-brain.gif]"

0 komentar:

Posting Komentar