Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Senin, 14 Mei 2012

Drama Menegangkan Antar Manchester City Juara Premier League

AFP/PAUL ELLIS
Para pemain Manchester City merayakan gol Pablo Zabaleta ke gawang Queens Park Rangers pada pekan terakhir Premier League, Minggu (13/5/2012). City akhirnya menang 3-2 dan memastikan juara Premier League 2011-12.

MANCHESTER, KOMPAS.com — Impian Manchester City selama 44 tahun meraih juara Premier League akhirnya terwujud. "The Citizens" secara dramatis meraih kemenangan 3-2 atas Queens Park Rangers di Stadion Etihad, Minggu (13/5/2012). Dua gol yang menentukan kemenangan City tercipta pada injury time setelah sempat tertinggal 1-2 terlebih dulu.

City yang bermain di depan publiknya sendiri langsung berusaha mengendalikan permainan. Sebuah usaha dari Yaya Toure nyaris membuahkan hasil seandainya bola tembakannya tidak melebar pada menit ke-6. Lima menit kemudian usaha Samir Nasri juga kembali nihil. Gelandang asal Perancis itu terlihat terburu-buru dalam melepaskan tembakan sehingga bola melayang tinggi di atas mistar.    

City terus menggempur pertahanan tim tamu. Namun, tim besutan Roberto Mancini tersebut cukup kesulitan menciptakan peluang karena QPR bermain bertahan. Ada lima sampai delapan pemain QPR di wilayah pertahanannya sendiri begitu City melancarkan serangan.

Usaha keras "The Citizens" akhirnya membuahkan hasil setelah Pablo Zabaleta merobek gawang QPR pada menit ke-39. Gol tersebut berkat kerja sama apik antara Silva dan Toure. Silva memberikan bola kepada Toure di dalam kotak penalti. Dengan cepat, Toure meneruskan bola kepada Zabaleta. Bek asal Argentina itu langsung melepaskan tembakan keras. Bola sempat mengenai tiang gawang sebelum akhirnya meluncur ke gawang QPR.  Gol itu membuat City unggul 1-0 di babak pertama.

Keunggulan tersebut akhirnya sirna setelah Djibril Cisse mencetak gol balasan pada menit ke-48. Gol tersebut akibat kesalahan fatal yang dilakukan Joleon Lescott saat menyundul bola. Bola malah jatuh ke arah Cisse. Dengan cepat Cisse menggiring bola untuk mendekati gawang, kemudian melepaskan tembakan keras, dan akhirnya menaklukkan Joe Hart.

Pertandingan pun semakin panas. City meningkatkan agresivitas serangannya. Tevez, Zabaleta, dan Sergio Aguero silih berganti mengancam gawang QPR. Sayang, usaha mereka masih gagal.

City berpeluang besar kembali unggul setelah QPR harus bermain dengan sepuluh pemain. Joey Barton dikenai kartu merah akibat menyikut Tevez pada menit ke-55. Seperti tak terima dengan keputusan wasit, Barton kembali membuat ulah dengan menendang Aguero saat hendak meninggalkan lapangan.

Namun, sepuluh pemain QPR malah menghadirkan petaka bagi City. Jamie Mackie membawa QPR kembali unggul berkat gol yang diciptakannya pada menit ke-66. Sukses ini berawal dari aksi Armand Traore yang melakukan serangan balik cepat dari sektor kanan pertahanan City. Dia kemudian melepaskan umpan silang ke dalam kotak penalti. Mackie yang tidak terkawal dengan mudah menyundul bola masuk ke gawang City.

Mancini langsung bergerak cepat dengan memasukkan Edin Dzeko dan Balotelli. Dengan 24 menit waktu normal tersisa, City mampu mengurung QPR. Namun, mereka tak jua bisa membuat gol sampai pertandingan memasuki injury time.

Ketegangan semakin meningkat. Bahkan, ribuan suporter City mulai menangis. Beruntung, para pemain City tak putus asa terus menyerang, meski waktu hampir habis. Apalagi, kekalahan atau seri berarti kegagalan juara.

Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil setelah Dzeko menciptakan gol. Dia dengan baik menanduk sebuah umpan silang.

Gol ini semakin membangkitkan semangat City. Sebuah serangan mengubah segala cerita. Balotelli yang mendapat umpan Aguero, mengembalikan bola kepadanya. Aguero pun mencoba mencari ruang. Sempat mengecoh bek lawan, dia kemudian melepaskan tendangan keras dan menghunjamkan bola ke gawang QPR.

Gol yang meledakkan teriakan kegembiraan publik Etihad. Sebab, gol inilah yang memastikan City meraih kemenangan 3-2, sekaligus gelar juara Premier League untuk pertama kalinya sejak 1968.

Menurut Premier League, sepanjang laga, City menciptakan sepuluh peluang emas dari 16 usaha. Adapun QPR melepaskan dua tembakan akurat dari dua percobaan.

Susunan Pemain
Manchester City:
25-Joe Hart; 6-Joleon Lescott, 4-Vincent Kompany, 22-Gaël Clichy, 5-
Pablo Zabaleta; 18-Gareth Barry (Edin Dzeko 69), 42-Yaya Touré (De Jong 43), 21-David Silva, 19-Samir Nasri; 16-Sergio Agüero, 32-Carlos Tévez (Balotelli 75)

Queens Park Rangers: 1-Patrick Kenny; 3-Clint Hill, 35-Anton Ferdinand, 34-Taye Taiwo, 42-Nedum Onuoha; 17-Joey Barton, 4-Shaun Derry, 32-Shaun Wright-Phillips, 12-Jamie Mackie; 52-Bobby Zamora, 23-Djibril Cissé (Armand Traore 59)

0 komentar:

Posting Komentar