Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dari Bisnis Tiket Pesawat Online

BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA

Apakah anda sudah siap untuk Bergabung??

Bergabung? silahkan klik disini

Sabtu, 19 Oktober 2013

Apa Benar Bahwa Bercinta Saat Hamil Tua Permudah Proses Persalinan?


Proses persalinan merupakan kejadian alamiah yang pasti dialami oleh wanita hamil. Kendati demikian, persiapan menuju proses persalinan tentu dibutuhkan agar proses tersebut berjalan lancar.

Sebagian perempuan melakukan berbagai upaya seperti senam hamil ataupun latihan mengejan untuk memperbaiki stamina menuju persalinan. Sebagian lagi melakukan hubungan seksual saat hamil tua lantaran dipercaya dapat membuka jalan lahir lebih luas sehingga mempermudah proses persalinan. Namun apakah benar melakukan hubungan seksual di masa hamil tua dapat membantu memperlancar proses persalinan?

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Bunda dr. Ivan Sini mengatakan, sebenarnya bercinta saat hamil tua bukan membantu memperlebar jalan lahir sehingga memudahkan proses persalinan. Akan tetapi aktivitas bercinta memungkinkan adanya stimulasi puting yang membuat tubuh mengeluarkan hormon oksitoksin.

"Hormon oksitoksin ini dapat merangsang kontraksi menjelang melahirkan, maka tentu dapat mempermudah prosesnya," tutur Ivan dalam seminar bertajuk 'Risiko Setelah Melahirkan: Apa yang Tidak Anda Ketahui dan Wajib Diketahui' yang diadakan oleh Dermatix dan RS Bunda Jakarta, Rabu (12/6/2013) lalu di Jakarta.

Selain berpotensi memudahkan proses persalinan, bercinta juga dapat memberikan keuntungan-keuntungan lain. Seperti yang dipaparkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr. UF Bagazi dari Brawijaya Woman & Children Hospital, aktif bercinta selama hamil dapat meningkatkan keintiman, meningkatkan sirkulasi darah, meringankan rasa nyeri, menghaluskan kulit, hingga membakar lemak.

Kendati menguntungkan, namun bercinta saat hamil harus dilakukan dengan hati-hati. Hal ini dikarenakan kondisi wanita hamil memiliki perbedaan dengan saat tidak hamil, baik anatomi maupun fisiologis. Oleh karena itu demi keamanan baik ibu maupun janin, pasangan yang bercinta harus mematuhi beberapa syarat.

Syarat-syarat tersebut antara lain kandungan sehat, tidak memiliki riwayat keguguran, bukan kehamilan ganda, menggunakan posisi berhubungan yang tidak membahayakan, serta mengindari seks oral.

Sumber: kompas.com

0 komentar:

Poskan Komentar